Visiting Lecture Internasional: Prof. Ghaffar Don Bahas Dakwah Multikultural untuk Komunitas Orang Asli

Padang, Jumat, 4 Juli 2025Pendekatan dakwah kepada masyarakat Orang Asli dilakukan secara komprehensif, mulai dari pembangunan komunitas, pendidikan informal, pelatihan keterampilan, hingga penguatan spiritual. Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Imam Bonjol Padang kembali menunjukkan langkah progresif dalam memperkuat internasionalisasi akademik dan pengayaan kajian dakwah melalui pelaksanaan kegiatan Visiting Lecture Internasional. Kegiatan ini menghadirkan tokoh terkemuka dalam bidang dakwah, yaitu Prof. Dr. Abdul Ghaffar Don, Guru Besar dari Pusat Kajian Dakwah dan Kepimpinan, Fakulti Pengajian Islam, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Mengusung tema “Da’wah kepada Non-Muslim di Malaysia: Khusus Masyarakat Orang Asli,” Prof. Don membagikan pengalaman dan penelitiannya yang mendalam mengenai strategi pendekatan dakwah terhadap kelompok masyarakat marginal dan minoritas di Malaysia, khususnya komunitas Orang Asli. Acara ini berlangsung di ruangan Rapat Pimpinan FDIK dan dihadiri oleh pimpinan civitas akademika, mulai dari Wakil Dekan, Kaprodi, Sekprodi, Dosen, Tenaga Kependidikan serta Mahasiswa.

Acara dipandu secara elegan oleh moderator Ahmad Maulana Anshori, M.Sos, dosen Prodi Pemberdayaan Masyarakat Islam  FDIK UIN Imam Bonjol Padang, yang membuka diskusi dengan pengantar ilmiah dan memfasilitasi sesi dialog antara narasumber dan peserta dengan suasana yang hangat dan interaktif.

Sambutan Dekan FDIK: Dakwah sebagai Bangunan Keilmuan dan Jalan Menuju Kesadaran Ilahiyah


Dalam sambutan pembukaannya, Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Prof. Dr. Abdul Ghaffar Don. Beliau membuka dengan salam dan doa:

“Salam dan doa buat Mr. Prof. Abdul Ghaffar Don, dan kita semua, semoga kegiatan ini diberkahi oleh Allah SWT. Ad-da’watu huwa bina’un — dakwah adalah bangunan, maka sangat perlu komponen penyangga agar pesan Islam sampai pada sasarannya atau mad’u.”

Dekan juga menekankan bahwa tujuan dakwah Islam sejatinya adalah mensorgakan kehidupan, yakni menjadikan hidup ini bermakna melalui kesadaran akan kehadiran Sang Pemilik Kehidupan (Itaqillah haitsumakunta), terus kembali kepada jalan Allah (wa atbi’is sayyi’atal hasanata tamhuha), dan memperlakukan sesama manusia dengan akhlak mulia (wa khaliqin-nasa bikhuluqin hasanin).

Lebih jauh, beliau membagikan refleksi intelektualnya dari hasil membaca jurnal ilmiah internasional terbaru, yakni Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 13 No. 2 Mei 2025, dengan tema “Wasatiyyah Da’wah and Religious Freedom in Malaysia: A Constitutional Perspective.” Hal ini, menurut beliau, menjadi indikator bahwa wacana dakwah masih sangat hidup dan menantang untuk terus dikaji melalui berbagai disiplin ilmu.

“Masih banyak ruang kosong dalam keilmuan dakwah yang harus kita isi. Komunikasi, psikologi, manajemen, sosiologi, antropologi, dan ilmu sosial lainnya adalah pendekatan penting dalam membangun dan memperkuat fondasi keilmuan dakwah,” ungkap Dekan.

Beliau juga menyampaikan harapan besar agar dosen-dosen FDIK memiliki mitra riset yang bertaraf nasional maupun internasional, demi memperluas dampak keilmuan dakwah yang mampu menjadi rahmat bagi semesta.


Paparan Ilmiah: Tantangan dan Strategi Dakwah kepada Masyarakat Orang Asli

Dalam sesi utama, Prof. Dr. Abdul Ghaffar Don menguraikan kondisi pluralistik masyarakat Malaysia, dengan fokus pada kelompok Orang Asli sebagai komunitas etnis pribumi yang tinggal tersebar di wilayah pedalaman Semenanjung Malaysia. Berdasarkan data dari Jabatan Kemajuan Orang Asli (JAKOA) tahun 2024, jumlah populasi Orang Asli tercatat signifikan, namun mereka masih tertinggal dari segi ekonomi, pendidikan, dan akses informasi.

“Meskipun mayoritas Orang Asli menganut animisme, namun pendekatan dakwah yang lembut, edukatif, dan humanis telah membuahkan hasil positif. Jumlah mualaf terus meningkat, dan penerimaan terhadap nilai-nilai Islam tumbuh dengan baik,” jelas Prof. Don.

Beliau menjelaskan pendekatan dakwah kepada masyarakat Orang Asli dilakukan secara komprehensif, mulai dari pembangunan komunitas, pendidikan informal, pelatihan keterampilan, hingga penguatan spiritual. Lembaga-lembaga dakwah di Malaysia juga berperan aktif, seperti YADIM, PERKIM, dan berbagai organisasi Islam lokal yang menjadikan program pembinaan keagamaan sebagai bagian dari misi sosial mereka.

Salah satu poin menarik adalah pemaparan dokumentasi kegiatan mahasiswa dari UKM yang secara langsung melakukan aksi dakwah, pengabdian masyarakat, serta penguatan spiritual di perkampungan Orang Asli. Ini menjadi bukti konkret bahwa dakwah tidak semata-mata ceramah, tetapi proses transformasi sosial dan peningkatan kualitas hidup.

Refleksi Akademik dan Penguatan Kolaborasi Global

Kegiatan Visiting Lecture ini menandai pentingnya kolaborasi antar kampus dan negara dalam mengembangkan literatur dan praktik dakwah yang berbasis riset dan pengalaman lapangan. Peserta kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi, dibuktikan dengan interaksi aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi yang dipandu dengan dinamis oleh Ahmad Maulana Anshori, M.Sos selaku moderator.

Dekan FDIK menutup kegiatan dengan mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus membangun sinergi keilmuan lintas negara, lintas disiplin, dan lintas budaya:

“Mari kita siapkan generasi pendakwah, akademisi, dan peneliti dakwah yang mampu membaca zaman dan memberikan solusi. Kita ingin menjadikan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang sebagai pusat keunggulan dakwah yang mendunia.”

(Siska Novra Elvina)