Dari Nagari Pagadih ke Forum Dunia, Riset Mahasiswa FDIK Tuai Apresiasi di ICC 2026

Padang – Gagasan besar tidak selalu lahir dari kota-kota besar. Terkadang, ia tumbuh dari lorong-lorong kampung, dari hamparan sawah yang tenang, dan dari tangan-tangan perempuan yang bekerja dalam diam. Semangat itulah yang mengantarkan kisah perempuan Nagari Pagadih, Kabupaten Agam, menembus forum ilmiah internasional dalam ajang 3rd International Conference on Islamic Civilization and Culture (ICC 2026).

Bertempat di Imam Bonjol Hotel Padang, konferensi internasional yang berlangsung pada 2–3 Juni 2026 tersebut mempertemukan para akademisi, peneliti, dan cendekiawan Islam dari berbagai negara. Mengusung tema “Islamic Civilization and Culture: Building a Sustainable Future for Global Society”, kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang ini menjadi ruang dialog global mengenai kontribusi peradaban Islam dalam menjawab berbagai tantangan dunia kontemporer.

Di tengah puluhan makalah yang dipresentasikan, perhatian peserta tertuju pada sebuah riset yang lahir dari realitas kehidupan masyarakat pedesaan Minangkabau. Riset tersebut dipresentasikan oleh Ziana Prasetia Ningsih, mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang, di bawah bimbingan Dr. Hermawati, M.Si. dan Fitra Yanti, M.A.

Melalui makalah berjudul “Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Melalui Program Kongsi Tahunan di Nagari Pagadih: Anyaman Ketangguhan Sosial dan Ekonomi di Pedesaan Minangkabau”, Ziana mengangkat praktik pemberdayaan perempuan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Nagari Pagadih. Judul tersebut tidak hanya menggambarkan sebuah penelitian akademik, tetapi juga menghadirkan kisah tentang perempuan-perempuan yang menganyam harapan, membangun kemandirian ekonomi, dan memperkuat ketahanan sosial keluarga melalui semangat kebersamaan.

Penelitian ini mengungkap bagaimana Program Kongsi Tahunan menjadi wadah bagi perempuan untuk saling mendukung, memperkuat kapasitas ekonomi, serta membangun jejaring sosial yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Di balik aktivitas yang tampak sederhana, tersimpan nilai-nilai gotong royong, solidaritas, dan pemberdayaan yang menjadi kekuatan utama masyarakat Minangkabau.

Kehadiran riset tersebut dalam forum internasional menjadi bukti bahwa praktik-praktik lokal yang tumbuh dari nagari memiliki relevansi yang luas dan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat global. Apa yang dilakukan perempuan-perempuan di Nagari Pagadih menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak selalu dimulai dari kebijakan besar, melainkan dari komunitas yang mampu mengelola potensi dan kekuatan sosial yang dimilikinya.

Partisipasi mahasiswa FDIK dalam konferensi internasional ini juga menjadi wujud nyata komitmen fakultas dalam mendorong budaya akademik yang responsif terhadap persoalan masyarakat. Melalui penelitian berbasis komunitas, mahasiswa tidak hanya belajar memahami teori, tetapi juga menghadirkan solusi dan praktik baik yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Dekan, pimpinan, dan sivitas akademika Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi menyambut bangga capaian tersebut. Keikutsertaan mahasiswa dalam forum ilmiah internasional merupakan langkah penting dalam memperkenalkan hasil-hasil riset FDIK kepada dunia sekaligus memperkuat posisi fakultas sebagai pusat pengembangan ilmu dakwah, komunikasi, dan pemberdayaan masyarakat yang berbasis nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.

Dari Nagari Pagadih, sebuah cerita tentang ketangguhan perempuan kini bergema hingga panggung internasional. Sebuah pengingat bahwa pengetahuan yang lahir dari masyarakat memiliki kekuatan untuk melintasi batas geografis, menyatukan pengalaman, dan menginspirasi perubahan bagi dunia yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan. (Siska Novra Elvina)