Semangat Nasionalisme Tak Surut Meski Hujan: Apel Pagi FDIK Tetap Digelar Penuh Makna
Padang, Senin (14/07/2025) – Semangat yang terpancar dalam apel pagi ini menjadi energi positif yang terus mengalir dalam setiap langkah pengabdian civitas akademika FDIK UIN Imam Bonjol Padang. Apel pagi digelar rutin yang menjadi bagian dari budaya kerja dan semangat kebersamaan. Meski langit mendung menggantung dan rintik hujan mulai membasahi kawasan Kampus III UIN Imam Bonjol Padang, semangat kebersamaan dan nasionalisme tidak meredup di kalangan para pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan.
Apel pagi ini dihadiri langsung oleh Dekan FDIK, Dr. Wakidul Kohar, M.Ag., didampingi oleh Wakil Dekan II Dr. Nora Zulvianti, M.M, M.Ag., dan Wakil Dekan III Dr. Abdullah Khusairi, M.A.. Turut hadir pula Kepala Tata Usaha (KTU), Bu Nur Raherma Syafianti, S.Ag., para dosen, calon dosen, tenaga kependidikan, hingga petugas keamanan kampus. Kehadiran mereka menunjukkan kekompakan dan dedikasi yang tinggi terhadap pelaksanaan tugas serta semangat pengabdian yang tak tergoyahkan oleh kondisi cuaca.

Yang
bertindak sebagai pembina apel pagi
kali ini adalah Calon Dosen Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Siska
Novra Elvina, S.Sos., M.A. Dalam arahannya, beliau menyampaikan pesan
yang sarat makna dan motivasi bagi seluruh peserta apel. Di tengah suasana
mendung dan rintik hujan, beliau mengajak seluruh civitas untuk tetap menjaga
semangat kerja, optimisme, dan keceriaan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
“Cuaca mendung dan hujan bukan alasan untuk
meredupkan semangat. Justru ini adalah momentum untuk membuktikan ketangguhan
dan profesionalitas kita sebagai bagian dari institusi pendidikan. Kita harus
tetap ceria, tetap semangat, dan jadikan hari ini lebih baik dari hari
kemarin,” tutur beliau.
Beliau
juga menyampaikan sebuah hadist Rasulullah SAW yang berbunyi:
“Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari
kemarin maka ia tergolong beruntung. Jika hari ini sama dengan hari kemarin,
maka ia tergolong merugi. Dan jika hari ini lebih buruk, maka ia tergolong
celaka.”
Pesan
tersebut menjadi pengingat sekaligus motivasi agar setiap individu senantiasa
berusaha meningkatkan kualitas dirinya setiap hari. Tak hanya dari aspek
spiritual dan moral, tetapi juga dalam pengembangan kompetensi dan dedikasi dalam
menjalankan peran masing-masing.
Lebih lanjut, Siska Novra Elvina juga mengaitkan pesan tersebut dengan pendekatan humanistik dalam konseling yang dikembangkan oleh Carl Rogers, yakni pentingnya menggali potensi diri dan terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik. Pendekatan ini relevan dalam konteks akademik dan kerja profesional, di mana setiap individu didorong untuk berkembang secara berkelanjutan.

Namun,
karena hujan lebat yang semakin deras mengguyur kawasan kampus, apel pagi
akhirnya dibubarkan lebih awal.
Meski demikian, kegiatan singkat ini tetap meninggalkan kesan mendalam dan
membangkitkan semangat baru di awal pekan.
Budaya apel pagi yang telah menjadi tradisi di lingkungan FDIK bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi momen penting dalam mempererat hubungan antar unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan elemen pendukung lainnya. Ini menjadi wujud nyata komitmen FDIK untuk terus menjaga kedisiplinan, etos kerja, dan semangat kolektif dalam membangun fakultas yang unggul dan bermartabat.
(Siska Novra Elvina)