Mahasiswi KPI UIN IB Padang Gali Ilmu dan Spiritualitas di Turki Melalui Program Internasional
Padang – Shoofiyah Alliyah, mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang, mencatatkan prestasi membanggakan dengan menjadi salah satu peserta terpilih dalam program internasional SIBAC-SIP (Student Immersion Based on Academic and Culture – Student Immersion Program) yang digelar oleh Istanbul Foundation di Turki.
Program ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk memperdalam pemikiran Islam klasik, memahami budaya Turki, serta mendiskusikan tantangan dunia kontemporer dalam suasana akademik dan sosial yang inklusif.
Selama mengikuti program di Istanbul, Shoofiyah menjalani proses pembelajaran yang mendalam—mulai dari perkuliahan intensif seputar sejarah peradaban Islam, filsafat Islam, hingga nilai-nilai kemanusiaan yang selaras dengan semangat Islam rahmatan lil ‘alamin. Para pengajar mendorong refleksi dan tanggung jawab sosial di samping pembelajaran teoritis.
“Saya tidak hanya belajar teori, tetapi juga belajar memaknai nilai-nilai keislaman dalam konteks global. Ini menjadi bekal penting untuk menjadi intelektual Muslimah yang tangguh,” ujar Shoofiyah.
Ia juga mengunjungi situs-situs sejarah penting seperti Hagia Sophia, Masjid Süleymaniye, dan Topkapi Palace. Di tempat-tempat bersejarah ini, Shoofiyah tak sekadar belajar sejarah secara naratif, tetapi juga menghayati simbol-simbol spiritual dalam perkembangan peradaban Islam.
Salah satu momen intelektual yang paling membekas adalah saat Shoofiyah mendalami karya monumental Risalah An-Nur karangan Badiuzzaman Said Nursi. Buku tersebut membuka cakrawala baru dalam memahami hubungan antara iman, ilmu, dan kehidupan modern.
Tak hanya itu, interaksi sosial lintas negara juga menjadi bagian penting dari pengalamannya. Ia aktif berdiskusi dan berkolaborasi dalam forum multikultural yang mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang. Menurutnya, pengalaman ini memperkuat identitasnya sebagai Muslimah Indonesia sekaligus bagian dari komunitas global.
“Saya belajar bagaimana menjalin komunikasi yang sehat dan saling menghargai dalam keragaman. Ini penting untuk membangun masa depan yang damai dan beradab,” tambahnya.
Kini, Shoofiyah kembali ke tanah air membawa semangat baru: mengabdi dan berbagi manfaat dari ilmu yang diperoleh. Ia berharap bisa terus berkontribusi bagi masyarakat dan umat, melalui karya-karya yang mencerahkan.