Literasi Keagamaan : Bahas Motivasi Membaca Al-Qur’an dari Surat Ar-Rahman

Padang, 20 Agustus 2025 – Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang terus menguatkan budaya literasi keagamaan melalui kegiatan Tadarus dan Kajian Keislaman yang secara rutin digelar setiap hari Rabu. Program ini menjadi agenda mingguan yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an, tetapi juga sebagai upaya menanamkan nilai-nilai spiritual di tengah civitas akademika.

Kegiatan tadarus pada Rabu pagi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Tata Usaha (KTU) FDIK, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta yang senantiasa hadir dan aktif mengikuti kegiatan. Beliau menekankan bahwa literasi Al-Qur’an merupakan bagian penting dari identitas UIN Imam Bonjol Padang yang berkomitmen mencetak insan akademis yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Ar-Rahman ayat 1–40 secara bersama-sama. Ayat-ayat tersebut dipilih karena memuat pesan mendalam mengenai kasih sayang Allah serta pengingat berulang tentang nikmat-nikmat-Nya kepada manusia. Peserta membaca ayat-ayat tersebut secara bergantian dengan penuh penghayatan, menciptakan suasana khidmat dan menenteramkan.

Pada sesi selanjutnya, kegiatan diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Dekan FDIK, Dr. Wakiduul Khohar, M.Ag. Dalam paparannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber motivasi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam meningkatkan kedisiplinan membaca dan mengamalkan isi kandungannya.

“Surat Ar-Rahman adalah salah satu surat yang penuh dengan keindahan bahasa sekaligus kedalaman makna. Ayat-ayat yang berulang ‘Fabi ayyi aalaa’i rabbikumaa tukadzdzibaan’ menjadi cerminan betapa banyak nikmat Allah yang patut kita syukuri. Membaca dan memahami Al-Qur’an harus menjadi motivasi utama kita, sebab dari situlah lahir kesadaran spiritual yang menuntun pada perilaku yang lebih baik,” tutur Dr. Wakiduul Khohar.

Beliau juga menegaskan bahwa membaca Al-Qur’an tidak hanya sebatas aktivitas ibadah pribadi, melainkan bagian dari literasi keagamaan yang penting untuk ditanamkan dalam lingkungan akademik. Menurutnya, seorang pendidik maupun mahasiswa perlu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan berkontribusi di masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, para dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa FDIK. Suasana kebersamaan terasa hangat, di mana seluruh peserta tidak hanya membaca Al-Qur’an bersama, tetapi juga berdiskusi ringan mengenai pesan moral dan nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam ayat-ayat yang dibacakan.

Kegiatan ini memberikan pengalaman spiritual sekaligus menjadi sarana pembelajaran yang aplikatif. Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah senantiasa memberikan keberkahan, kesehatan, serta kelapangan hati dalam menuntut ilmu dan mengabdikan diri kepada masyarakat.

Melalui program tadarus dan literasi keagamaan ini, FDIK berkomitmen menghadirkan suasana akademik yang religius sekaligus produktif. Agenda rutin ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan pada Al-Qur’an, memperkuat identitas keislaman sivitas akademika, serta menjadi fondasi moral bagi pengembangan ilmu dan dakwah ke depan.

(Siska Novra Elvina)