SERBA SERBI MENINJAU ARAH KKN KE DEPAN

Rabu, 01 Feb 2023 | 15:59:21 WIB - Oleh FDIK UINB Padang


SERBA SERBI MENINJAU ARAH KKN KE DEPAN

Nazirman, MA (ketua Panitia KKN PPM ke-48 UIN Imam Bonjol Padang, sekaligus Ketua Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah UIN Imam Bonjol Padang, setelah mengikuti Rapat Evaluasi KKN PPM ke 48 tahun 2022 dan membahas draf rancangan KKN kedepan yang sudah disipkan oleh LP2M menjelaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata ( KKN) merupakan mata kuliah yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa di UIN Imam Bonjol Padang dengan bobot 4 SKS. Kegiatan rutin ini telah menjadi agenda tahunan di UIN Imam Bonjol Padang yang dikelola oleh LP2M. Pada angkatan ke 48 ini kegiatan KKN dilaksanakan di 10 Kabupaten Kota di Sumatera Barat.

Secara umum hasil evaluasi kegiatan KKN dari rekomendasi para walinagari lokasi KKN cukup memuaskan dan mereka merasa terbantu dalam mensinergikan porgul nagari dengan program yang dirancang oleh UIN Imam Bonjol Padang. Harapan ini tentu memerlukan kesiapan SDM dan program yang lebih baik sesuai dengan harapan. Untuk ini, perlu dilakukan training berkesinambungan untuk menyiapkan skill dan softskill sesuai kebutuhan masyarakat baik yang diberikan kepada mahasiswa maupun untuk dosen pembimbing lapangan.

Rapat hari ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Ketua LP2M dan Sekretaris, Ketua TIPD, para Wakil Dekan 1 di lingkungan UIN Imam Bonjol, dan LPM. Banyak hal yang diperbicangkan berkaitan dengan masalah yang dihadapi mahasiswa, permintaan masyarakat, tantangan dan peluang dari pengembangan KKN.

Persoalan mahasiswa berkaitan dengan perysratan nilai 2,75 dan harus memenuhi standar minimal sks yakni sebanyak 100 SKS. Untuk ini berkembang wacana kebijakan yang membutuhkan regulasi untuk mengganti dengan skill tertentu yang dimilki mahasiswa sesuai dengan kebutuhan lapangan yang diharapkan. Begitu juga terkait dengan persiapan menjawab tantangan untuk KKN Internasional, Nusantara, Moderasi beragama, KKN Serumpun Melayu dan KKN tematik reguler, dan KKN bebrbasis Prodi, pihak UIN melalui LP2M dan pihak-pihak terkait harus sejak dini menyiapkan calon peserta KKN. Keterampilan dasar  seperti kemapuan tilawah, Imam, dakwah (khutbah, Ceramah, taushiyah) dan keterampilan berkomunikasi serta  berorganisasi menjadi bahagian yang harus dipersipakan oleh semua mahasiswa. Disamping itu untuk KKN Melayu Serumpun dan internasional perlu memperhatikan kemampuan berbahasa, menulis karya ilmiah pengabdian berbasis riset/ artikel dan tulis baca Alquran. Pada akhir pertemuan, semua peserta sangat mengapresisasi tawaran melalui draf KKN yang dirancang oleh LP2M dengan harapan dan catatan setiap kegiatan diperlukan regulasi, buku pedoman dan petunjuk teknis tentang KKN yang bersifat kolaboratif dan integrasi  baik berskala lokal, regional, nasional maupun internasional yang disiapkan oleh tim dan disahkan oleh pimpinan. 

Begitu pula masukan dari peserta Alternatif KKN : KKN Internasioanal, KKN Ramadhan, KKN Nusantara, Dunia Melayu, Tuah Sakato, Moderasi beragama, KKN MBKM. KKN tematik perlu dilakukan penyeleksian calon pembimbing sesuai dengan target KKN dan kesiapan dalam membimbing mahasiswa sesuai dengan tema yang diangkat.

KKN berbasis prodi; dosen memiliki program pengabdian berbasis riset dengan melibatkan mahasiswa. Masing-masing prodi harus memiliki 1 program pengabdian dan penelitian yang melibatkan mahasiswa. Pada kegiatan pemungkas, WR I (Dr. Yasrul Huda, MA)  menegaskan bahwa beberapa kompetensi dasar skill dan softskill yang harus dimiliki untuk melaksanakan KKN meliputi kemampuan berbahasa, kemampuan tilawah, dan khutbah/ ceramah. KKN dengan persyaratan 100 SKS akan diganti dengan kreteria Skill tertentu. Semua ini akan dibahs secara mendalam oleh TIM kerja sebelum dibuatkan regulasi dan pedoman serta petunjuk teknisnya.